Menu Close

Gejala Seseorang yang Terkena Penyakit HNP, Apakah Berbahaya?

Hernia nukleus pulposus atau saraf kejepit adalah kondisi selaput piringan (nukleus pulposus) mengalami robekan. Padahal, piringan ini berfungsi sebagai bantalan pelindung dan pertahanan posisi tulang belakang.

Gejala saraf terjepit atau penyakit HNP yang paling sering terjadi adalah nyeri. Kasus HNP yang ringan sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat juga muncul gejala nyeri yang hebat.

Hernia nucleus pulposus membuat Anda mengalami nyeri punggung

Saraf terjepit atau penyakit HNP paling sering terjadi di punggung bawah dan leher. Punggung bawah adalah salah satu area yang lebih umum untuk kasus ini. Tulang belakang adalah jaringan saraf dan pembuluh darah, saraf kejepit atau HNP dapat memberi tekanan ekstra pada saraf dan otot disekitarnya hingga menyebabkan nyeri.

Apa itu HNP?

HNP merupakan penonjolan atau pergeseran bantalan tulang belakang yang menekan saraf tulang belakang. Gejala yang sering dirasakan oleh penderita HNP adalah sakit di punggung bagian bawah atau pada bahu yang menjalar ke bagian lengan, kesemutan, lemah atau kaku otot pada salah satu tangan, dan rasa panas seperti terbakar.

Sebesar 70% kasus HNP tidak memerlukan operasi, karena belum merusak syaraf. Pengobatan diberikan berupa modifikasi obat-obatan dengan fisioterapi, bila dalam waktu maksimal 3 bulan belum ada perbaikan, maka Dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi.

Tindakan operasi dilakukan dengan tujuan dapat menghilangkan nyeri, mencegah kerusakan pada syaraf menjadi lebih parah, dan memungkinkan terjadinya kesembuhan pada saraf.

Hal-hal yang menyebabkan HNP

Kebanyakan orang tidak dapat menentukan penyebab HNP-nya. Kadang-kadang, menggunakan otot punggung alih-alih kaki dan otot paha untuk mengangkat benda berat dapat menyebabkan HNP.

Mengangkat benda yang sangat besar dan berat dapat menyebabkan ketegangan besar pada punggung bagian bawah, yang mengakibatkan bagian tubuh dapat tergelincir dan menimbulkan rasa nyeri.

HNP tidak jarang terjadi karena faktor usia yang menyebabkan bantalan sendi akan kehilangan kadar air. Kondisi ini mengakibatkan bantalan sendi menjadi rapuh, pecah-pecah, bergeser dan tidak fleksibel.

Namun, sekarang anak dengan usia yang masih muda pun bisa mengidap penyakit HNP juga. Dulu HNP banyak diderita oleh orang tua, namun saat ini banyak anak muda (usia produktif) yang sudah terdiagnosis HNP. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup dan pola kerja tidak baik.

Pada usia muda, HNP diakibatkan oleh pola kerja yang tidak tepat diantaranya duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, naik turun tangga terlalu sering, tubuh mengalami getaran kuat terlalu lama (seperti operator mesin, driver, dan lain lain) atau bisa jadi karena jatuh dalam posisi duduk.

Gejala HNP yang perlu diwaspadai

HNP dapat terjadi di bagian mana pun dari tulang belakang. Kondisi ini bisa muncul dari leher hingga punggung bawah. Punggung bawah adalah salah satu area yang lebih umum untuk kasus HNP.

Gejala-gejala HNP yang paling umum terjadi yaitu:

  • Nyeri, apalagi saat berubah posisi dari berbaring ke posisi duduk
  • Nyeri menjalar dari bokong ke bagian belakang lutut dan tungkai bawah
  • Nyeri semakin hebat bila buang air, batuk dan mengangkat beban berat
  • Nyeri bertambah saat ditekan di daerah pinggang bawah
  • Dapat menimbulkan gangguan buang air kecil
  • Perasaan kebas di daerah tulang ekor

Gejala HNP lainnya yang mungkin dirasakan adalah kesemutan, dimana orang yang memiliki saraf terjepit sering mengalami mati rasa atau kesemutan pada bagian tubuh yang dilalui oleh saraf yang terkena.

Otot-otot yang dilalui oleh saraf yang terpengaruh cenderung melemah. Ini dapat menyebabkan rasa sakit, atau memengaruhi kemampuan untuk mengangkat atau menahan barang.

Gejala lainnya dari HNP bisa meliputi rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu, rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk, dan rasa sakit saat berjalan jarak pendek.

Banyak orang yang menganggap penyakit HNP atau saraf kejepit hanya penyakit yang ringan dan tidak perlu dilakukan pengobatan untuk mengatasinya dengan cepat.

Perlu diketahui bahwa penyakit HNP bisa menjadi berbahaya bila terjadi penumpukan cairan dan pembengkakan yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. Jika sudah seperti ini, maka perlu dilakukan penanganan yang lebih serius.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit HNP maupun jenis pemeriksaan penyakit lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *